Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Februari 2013

BAHAYA PESTISIDA BAGI KESEHATAN

Bahaya Pestisida Bagi Kesehatan

Bahaya Pestisida

Bahaya Pestisida Bagi Kesehatan


Selain berdampak pada kerusakan lingkungan, residu pestisida juga berbahaya bagi kesehatan, baik dalam jangka panjang atau pun pendek. Salah satunya adalah menghambat perkembangan kognitif. Pada kehamilan bisa beresiko terjadinya kelainan bawaan. Residu pestisida ini bisa terdapat dalam jenis buah dan sayuran segar, sehingga kita memerlukan kehati-hatian dalam mengkonsumsinya. Penggunaan pestisida bisa terjadi pada saat proses produksi di lahan atau selama pasca panen.

Dibawah ini beberapa bahaya pestisida yaitu


Pestisida Menyebabkan Kemandulan

Salah satu pestisida adalah atrazine, pembunuh gulma yang banyak digunakan di pertanian tebu dan terdeteksi dalam air keran. Para ilmuwan dan dokter mengemukakan bahwa pestisida ini meningkatkan risiko keguguran dan kemandulan (kualitas dan mobilitas sperma menurun).

Bahaya Pestisida Pada Kehamilan, Bayi, dan Anakhttp://tipspetani.blogspot.com/

Pestisida yang tidak sengaja termakan oleh ibu hamil dapat menyebabkan bayi cacat lahir. Cacat lahir seperti spina bifida, bibir sumbing, kaki pengkor, dan sindrom down bisa diakibatkan paparan pestisida. Untuk memperkecil resiko, ibu hamil harus selektif dalam mengkonsumsi makanan dan minuman.

Paparan pestisida selama 3 bulan sebelum konsepsi dan selama kehamilan akan meningkatkan resiko keguguran spontan pada ibu hamil. Selain itu, bayi yang dilahirkan juga beresiko terkena leukimia dan kecerdasannya bisa terganggu.

Bila terpapar pestisida sejak kehamilan akan berpengaruh pada pembentukan janin dalam kandungan. Residu pestisida bisa meningkatkan risiko kelainan bawaan tertentu selama perkembangan janin. Apalagi selama perkembangannya janin belum mampu mendetoksifikasi racun yang ada. Sementara otak dan sistem saraf sendiri masih terus berkembang hingga anak berusia 12 tahun.

Pada anak, paparan pestisida dapat menurunkan stamina tubuh serta perhatian dan konsentrasinya. Begitu pun memori dan koordinasi tangan mata yang terganggu, serta semakin besar kesulitan anak dalam membuat gambar garis sederhana.

Anak yang terpapar residu pestisida sejak balita, ketika usia SD kecerdasannya akan menurun. Sebuah penelitian yang dilakukan di Meksiko terhadap anak yang mengkonsumsi anggur disemprot pestisida dan yang tidak disemprot pestisida, menunjukkan perbedaan kognitif yang signifikan.

Pengaruh Pestisida Terhadap Perubahan Hormon

Jangka panjang dari paparan pestisidasecara terus menerus dalam waktu sekitar 20-30 tahun akan terjadi perubahan hormonal dan sistem reproduksi. Pada anak laki-laki diistilahkan dengan demasculinisation, yaitu hilangnya sifat-sifat maskulin. Sementara pada anak perempuan disitilahkan dengan defeminisasion. Jadi anak mengalami perubahan orientasi seksualnya.

Pestisida Menyebabkan Diabetes

Bertahun-tahun ilmuwan percaya ada hubungan antara diabetes dengan pestisida. Menurut jurnal yang diterbitkan di Diabetes Care, orang yang mengalami kelebihan berat badan dan dalam tubuhnya terdapat pestisida golongan organoklorin berisiko tinggi terkena diabetes. Untuk menghindarinya, konsumsi makanan organic dan hindari penyegar udara kimia dan produk-produk artifisial yang beraroma.

Pestisida Menyebabkan Kanker

Pestisida cukup erat hubungannya dengan kanker. Lebih dari 260 pestisidaberkaitan dengan beragam jenis kanker seperti limfoma, leukemia, sarcoma, jaringan lunak, otak, kanker hati, dan kanker paru-paru.

Pestisida Menyebabkan Autisme

Perpaduan antara gen dan polutan yang masuk ketika ibu hamil dipercaya para peneliti sebagai penyebab autisme. Kebanyakan insektisidamembunuh hama dengan mengganggu fungsi saraf. Mekanisme yang sama terjadi pada janin yang terpapar insektisida. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 oleh Universitas Harvard menunjukkan urin yang mengandung pestisidaberbahan aktif organofosfat pada anak-anak lebih mungkin mengalami ADHD dan hiperaktif dibanding urin pada anak-anak yang tidak tercemar pestisida.

Pestisida menyebabkan Obesitas

Kadang pestisida bertindak sebagai hormon palsu dalam tubuh. Hormon ini mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur pengeluaran hormon yang sehat. Menurut penelitian yang dimuat jurnal Environmental Health Perspectives, lebih dari 50 jenis pestisida diklasifikasikan sebagai pengganggu hormon, di antaranya dapat memicu sindrom metabolik dan obesitas.

Pestisida Menyebabkan Parkinson

Penyakit gangguan degeneratif sistem saraf pusat atau yang sering mengganggu penderita keterampilan motorik, pidato, dan fungsi-fungsi lainnya atau Parkinson sangat berhubungan dengan paparan pestisida. Penelitian yang dilakukan menunjukkan penyakit ini berkaitan erat dengan paparan insektisida dan herbisida dalam jangka waktu yang panjang.

Dengan bertambah pengetahuan kita mengenal berbagai macam bahaya dari pestisida ini maka sudah sewajarnya kalau kita memang harus berhati-hati terhadap pengaruh negatif dari pestisida apalagi bila penggunaannya berlebihan.

Peneliti Kesehatan Masyarakat dari Universitas Gajah Mada, Nurul Kodriati, M.Med Sc., mengatakan bahwa saat ini banyak petani menggunakan berbagai bahan kimia untuk menjaga tanaman dari serangan hama. Tak cukup satu macam, kata Nurul, satu jenis buah atau sayuran bisa menggunakan 17 - 55 macam bahan kimia yang berbeda.

Menurut Nurul, buah yang paling banyak terpapar pestisidasehingga banyak residu yang menempel di kulitnya adalah apel, pir, serta anggur. Pada sayuran, jenis yang paling banyak terpapar pestisida adalah seledri, bayam, paprika, dan wortel.

Ambil contoh buah apel. Meski terlihat segar dan menggoda, kata Nurul,  setidaknya ada tiga kandungan pestisida yang paling sering ditemui pada apel, yakni thiabendazole, diphenylamine, dan acetamiprid. Dampak bahan kimia tersebut bisa bermacam-macam, tergantung pada jenis bahan kimianya dan seberapa banyak kita terpapar.  Apa saja efeknya? Sedikitnya ada empat efek, yakni efek karsinogen (bisa menimbulkan kanker), hormone disruptor (mengganggu sistem hormonal), neurotoxin (mempengaruhi sistem saraf), dan mengganggu pertumbuhan serta fungsi reproduksi.

Berikut ini contoh bahaya bahan aktif pestisida terhadap kesehatan


  • Asefatberesiko menyebabkan kanker, mutasi gen, kelainan alat reproduksi.
  • Aldikardsangat beracun pada dosis rendah.
  • BHCberesiko menyebabkan kanker, beracun pada alat reproduksi.
  • Kaptanberesiko menyebabkan kanker, mutasi gen.
  • Karbiralberesiko menyebabkan mutasi gen, kerusakan ginjal.
  • Klorobensilatberesiko menyebabkan kanker, mutasi gen, keracunan alat reproduksi.
  • Klorotalonilberesiko menyebabkan kanker, keracunan alat reproduksi.
  • Klorprofamberesiko menyebabkan kanker, mutasi gen, pengaruh kronis.
  • Siheksatinberesiko menyebabkan Karsinogen.
  • DDT beresiko menyebabkan Cacat lahir, pengaruh kronis.

Sabtu, 26 Januari 2013

CARA MEREBUS TELUR BEBEK


Telur merupakan gudang penyimpanan gizi. Sebagian masyarakat kita telah menyadari manfaat telur bagi pertumbuhan, kesehatan, maupun sebagai bahan kuliner dengan segala kelebihannya. Bahkan telur sudah dianggap sebagai bahan pangan pokok, terutama saat menyajikan sarapan pagi.

Tahukah Anda bahwa proses pengelolahan telur, seperti direbus atau digoreng, tidak terlalu signifikan dalam menurunkan kualitas gizi telur seperti lemak, protein, zat besi, dan vitamin A, relatif tidak banyak berubah setelah melalui proses pemasakan. Oleh karena itu, makan telur yang sudah matang lebih dianjurkan daripada telur mentah. Kontaminasi bakteri pada telur mentah dapat mengakibatkan resiko kesehatan yang tidak dikehendaki seperti infeksi salmonela yang menyebabkan muntah, mual, dan pusing.

Telur yang sudah matang, akan lebih baik dicerna oleh tubuh, karena protein di dalamnya telah mengalami denature sehingga ikatannya menjadi longgar. Hal ini akan memudahkan enzim pencernaan untuk memecah protein menjadi bagian-bagian kecil, yang kemudian disalurkan ke sel-sel tubuh.

Dalam pengelolah sehari-hari, umumnya telur yang dimanfaatkan adalah telur yang direbus. Pengelolahannya beragam ada yang polos lalu diberi bumbu atau diberi guratan pada permukaan telur lalu digoreng agar terbungkus oleh kulit berwarna kecokelatan. Dengan cara ini, selama proses memasak berlangsung telur tetap bulat utuh dan tidak gumpil.

Merebus Telur

Keluarkan telur dari tempat penyimpanan seperti dari dalam lemari pendingin, diamkan selama 30 menit sebelum direbus. Karena temperatur yang sama dengan suhu ruangan akan menyebabkan kulit tak mudah retak ketika direbus. Pilih panci yang cukup menampung jumlah telur tanpa harus menumpukan telur. Saat air mendidik dan bergolak, mau tak mau telur akan bersinggungan. Jika ruang geraknya terbatas, maka telur mudah retak/pecah. Didihkan air, kecilkan api. Secara perlahan masukan telur satu persatu dengan sendok sayur. Hal ini untuk menghindari telur terantuk ke dasar atau tepi panci sehingga menjadi retak. Sesudah 3-4 menit, putih telur akan mulai mengeras tapi masih lunak, 4-5 menit kemudian putih telur akan mengeras, kuning telur masih cair, warna kuning telur berubah kehitaman. Segera ganti air rebus dengan air dingin supaya kulit telur mudah dilepaskan.

Merebus telur tanpa kulit

Telur yang segar (kurang dari 1 minggu) akan menghasilkan bentuk poached egg yang bulat bagus. Setelah 1 minggu, kepekatan putih telur biasanya berkurang hingga cenderung menyebar di sekeliling kuning telur. Tambahkan 1 sendok teh cuka atau jeruk nipis ke dalam air rebus agar putih telur cepat mengeras. Tetapi aroma cuka atau air jeruk nipis tentunya akan mempengaruhi cita rasa telur.