Tampilkan postingan dengan label Tanaman Sayuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Sayuran. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Februari 2013

Cara Budidaya Seledri (Daun Sop

Car Budidaya Seledri (Daun Sop)


Seledri (Apium graveolens) juga dikenal dengan nama daun sop, adalah tanaman sayuran yang juga banyak dipakai sebagai tanaman obat. Seledri dapat tumbuh pada dataran rendah sampai tinggi, dan optimal pada ketinggian tempat 1.000 s.d. 1.200 m dpl, suhu udara 7 - 16 derajat selcius dan pH tanah 5,5 - 6,8.


Perbanyakan seledri bisa dengan biji atau anakan. Seledri termasuk tanaman yang mudah perawatannya. Untuk skala rumah tangga seledri juga bisa berfungsi sebagai tanaman hias dengan menanamnya dalam potgantung, atau pada kotak memanjang seperti talang plastik Media tanaman yang cocok adalah campuran tanah subur, pupuk kandang dan serbuk gergaji/sekam dengan perbandingan 1:1:1. Untuk pot gantung lebih bagus menggunakan moss atau akar eceng gondok karena bobotnya yang ringan.

Penyemaian biji bisa dilakukan pada kotak/bedengan dengan media tanam tanah atau moss. Taburkan biji seledri secara merata, lebih mudah bila biji dicampur dengan pasir halus agar penyebaran merata. Jaga selalu kelembaban media agar biji cepat berkecambah. Setelah seledri tumbuh dan mengeluarkan 2-3 daun, sudah bisa dipisah dan ditanam pada polybag kecil atau gelas plastik bekas air mineral, setelah tanaman cukup besar pindahkan lagi ke pot yang lebih besar atau di tanam pada talang plastik.

Pemeliharaan tanaman seledri pada skala rumah tangga tidaklah sulit, yang penting selalu jaga kelembaban media tanam, terutama di musim panas, hama dan penyakit jarang ditemukan. Pemupukan cukup dengan menyemprotkan pupuk daun seperti Gandasil D seminggu sekali.

Panen dapat dilakukan seminggu sekali dengan memetik daun yang sudah cukup besar. Untuk mempercepat daunnya tumbuh besar, buang setiap keluar anakan pada tanaman seledri, sehingga pertumbuhan daunnya maksimal. Membiarkan tumbuh anakan akan mengurangi pertumbuhan besar daun, tetapi hal ini bisa dilakukan apabila kita ingin memperbanyak tanaman seledri tersebut lewat anakan, pisahkan anakan yang sudah cukup banyak perakarannya.


Minggu, 17 Februari 2013

Artikel Cara Budidaya Timun

Cara Budidaya Timun


Timun (Cucumis sativus L.) adalah tanaman sayuran yang banyak kegunaannya antara lain sebagai bahan makanan, bahan obat-obatan dan bahan kosmetika. Sebagai bahan makanan, timun mengandung zat gizi antara lain kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin, B2, vitamin C, serat, niacin dan air. Timun bukanlah tanaman asli Indonesia, tetapi berasal dari daerah subtropis. Pada mulanya tanaman timun tumbuh liar di lereng gunung Himalaya dan sebagian terdapat di Afrika. Timun menyebar kenegara-negara Asia dan kini telah menyebar ke seluruh dunia.


Klasifikasi timun adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta (tanaman berbiji)
Sub divisi : Ageospermae (biji dalam buah)
Kelas : Dycotyledonae (biji berkeping dua)
Ordo : Cucurbitales
Famili : Cucurbitaceae
Genus : Cucurmis
Spesies : Cucumis sativus L.










Timun adalah tanaman sayuran buah semusim (berumur pendek) seperti terong, labu dan tomat, tumbuh menjalar, berbentuk semak atau perdu bisa mencapai tinggi 2 meter. Akar berbentuk tunggang dan berair, batang lunak dan berair, daun berbentuk bulat dengan ujung daun runcing berganda, berbulu halus dan tulang daun menjari. Bunga terdiri dari bunga jantan dan betina dengan perbandingan jumlah yang relatif sama. Buah panjang silindris dengan bentuk beragam tergantung varietas antara lain Mikro 203, Hercules, Asian Star, Phuket, Ninja, Titan, Hijau Roket, Maksi Roket, Putih Roket, dan lain-lain.

Faktor penting dalam setiap penanaman adalah agroklimat (tanah dan iklim).
Tanah/lokasi yang cocok dengan timun adalah dengan ketinggian tempat 200 - 800 m dpl (dari permukaan laut) dan masih toleran sampai 1.000 m dpl atau kurang dari 200 m dpl. Ketinggian tempat ini sangat terkait dengan iklim setempat. Jenis tanah yang cocok adalah regosol dan latosol yaitu lempung ringan berdrainase baik. Selain itu juga tanah yang gembur, banyak mengandung bahan organik dengan solum (kedalaman tanah) dalam. pH tanah 5,5 - 7,5.
Iklim yang cocok adalah suhu udara 20 -32 derajat C, kelembaban udara 50% – 85%, curah hujan 200 – 400 mm/bulan, cahaya matahari 350 – 400 cal/mm2 setiap hari.


Penyemaian benih dapat dilakukan pada bedengan atau langsung dalam polybag kecil. Media semai yang baik adalah campuran 2 bagian tanah dan 1 bagian pupuk kandang. Sterilisasi media semai bisa dilakukan antara lain dengan memberi Furadan sebanyak 25 gram per 10 liter media, dicampur langsung dengan media tanam. Penyiraman bibit dilakukan 2-3 kali sehari tergantung cuaca dan kekeringan media.
Setelah bibit berumur 14 hari atau tinggi 10 -15 cm atau sudah berdaun 3 – 4 helai bibit sudah bisa ditanam ke kebun atau pot atau polybag besar dengan jarak tanam 40 cm.
Pemeliharaan yang dilakukan adalah :
• Penyulaman, mengganti bibit yang mati.
• Pengairan, penyiraman.
• Pemupukan, dilakukan 1 hari sebelum tanam, 15 hari sesudah tanam dan 30 hari sesudah tanam dengan dosis sekali pupuk sebagai berikut :
o Urea : 3 gram per tanaman
o SP36 : 2,5 gram per tanaman
o KCl : 2 gram per tanaman
• Penyiangan, pendangiran dan pembumbunan.
• Pemberian ajir, agar tanaman tegak.
• Pemangkasan dan pangaturan buah. Buang cabang anakan pertama sampai ke 5, agar buah muncul di atas, kalau buah di bawah dan kurang sinar matahari, buah akan bengkok. Peliharalah cabang anakan dari nomor 6 dan seterusnya.
• Pemeliharaan dari hama dan penyakit.
• Panen. Bunga akan muncul 20 - 25 hari setelah tanam. Buah bisa di panen setelah 7 – 10 hari bunga mekar (umur 1- 2 bulan sesudah tanam). Waktu panen yang baik adalah saat cuaca cerah, tidak hujan, pagi atau sore hari. Simpanlah buah pada tempat yang sejuk.

Suka dengan artikel ini?
Silakan download gratis disini (MS Word)

Jumat, 25 Januari 2013

TIPS CARA MENAMAM SAWI

Sawi adalah sayuran yang menyehatkan. Penggunaannya banyak digunakan untuk berbagai masakan salah satunya mie ayam yang banyak digemari oleh berbagai kalangan masyarakat.. nah berikut saya coba share tentang penanaman sawi yang baik..


Penyemaian
Sawi diperbanyak dengan biji. Biji yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Biji sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapangan, sawi terlebih dahulu harus disemaikan. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak penyemaian.

Pengelolahan Tanah
Sambil menunggu bibit cukup umur untuk ditanam, tanah yang akan ditanami diolah dengan bajak atau cangkul, selanjutnya tanah itu diberi pupuk kandang dihaluskan, dan dibuat bedengan-bedengan dan panjang sesuai dengan keadaan lahan. Tinggi bedengan 10-20 cm dan jarak antara bedengan 35 cm.

Penanaman
Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman berumur 3-4 minggu sejak biji disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 30 x 40 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab

PEMELIHARAAN
Pemeliharaan Pengairan
Setelah tanaman dipindahkan ke lapangan, penyiraman perlu dilakukan. Sebaiknya penyiraman dilakukan dengan gembor yang halus lubangnya agar tanaman yang baru ditanam tidak rusak. Penyiraman ini dilakukan secara intensif pada pagi dan sore hari.

Penyulaman
Penyulaman perlu dilakukan apabila di lapangan tampak ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya kurang sempurna. Hal ini dilakukan segera minimal seminggu setelah penyulaman.

Pendangiran dan Pengairan
Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Menggemburkan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali.

Panen dan Pascapanen
Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama.
Nah semoga sawi yang anda tanam bias mendapatkan manfaat yang bnayak,,,,